<meta name='google-adsense-platform-account' content='ca-host-pub-1556223355139109'/> <meta name='google-adsense-platform-domain' content='blogspot.com'/> <!-- --><style type="text/css">@import url(//www.blogger.com/static/v1/v-css/navbar/3334278262-classic.css); div.b-mobile {display:none;} </style> </head> <body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/4689437470060194917?origin\x3dhttps://be-you-tiful-fiction.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>

be-You-tiful.
you don't know how beautiful you are to me.

entries about chat links




breakaway
Short intro or welcome message?
[DRABBLE] Good Morning, Beautiful!
Sabtu, 13 Oktober 2012 // 06.43


Good Morning, Beautiful!
Drabble; OC-pairing; Romance, Comfort.

**)

"..aku tahu kau sebelumnya sudah bilang akan susah dibangunkan. Tapi aku BENAR-BENAR tidak menyangka akan sesusah ITU."

"..."

Dongsoo hanya diam sambil memandang dan mengetuk-ketukkan jarinya pada toaster yang tidak kunjung menyelesaikan tugasnya. Ia melirik Chaerim yang masih mengeluh sabil mondar-mandir di depan kounter dapur.

"Bukannya aku menolak untuk membangunkanmu, tapi susahnya bukan main Dongsoo-ya.."

Gadis itu masih berputar-putar, sebagaimana Lee Dongsoo yang masih memperhatikan, namun tidak ada niat lebih untuk menanggapi.

"..jadi jangan tidur terlalu malam atau.."

Toaster berbunyi halus dan Dongsoo menarik rotinya keluar. Diolesinya roti itu dengan selai kacang, dan ia menghampiri perempuan yang baru dua minggu ini resmi jadi istrinya.

"..kurasa kau harus--"

Pluk. Dongsoo menggigit separuh rotinya sebelum memasukkan sisa roti ke dalam mulut perempuan itu. Mata Chaerim membulat dengan sempurna.

"Jangan cerewet, jagiya~ Aku bahkan belum mengucapkan salam padamu." Dongsoo nyengir, lalu memamerkan seringaian favoritnya. Ia merendahkan bahunya hingga wajahnya sejajar dengan wajah Chaerim. "Nah, selamat pagi, cantik. Mimpi indah semalam?"